Sebuah
cita-cita besar,, sebuah visi yang agung dan tujuan yang kekal,,
semestinyta ia mampu menjadi HIJAB yang TEBAL, KOKOH, dan KUAT bagi kita
agar terhindar dari MENDURHAKAI ALLAH dan RasulNya..
Kepada jalan sep e rtinya saya perlu menghaturkan terimakasih, bersebab hadirnya saya mampu menemukan beberapa remah kenangan, bersebab hadirnya pula saya bisa melepaskan bertumpuk beban. Berjalan bagi kebanyakan orang adalah aktivitas yang biasa saja seperti aktivitas-aktivias lainnya. Mengayuhkan kaki sampai tujuan, melewati jalan tanpa hambatan, menyebrangi zebra cross, melewati tikungan dan bahkan menempuh jalan tikus. Tak ada spesial dari satu demi satu langkah yang terayuh bahkan sebagian besar hadiah dari perjalanan yang di diterima adalah hanya kelelahan. Tak bisa saya dustai itu pun saya alami, tapi cobalah lebih dalam resapi tiap langkah yang kau pijak, tiap ruas jalan yang kau lewati, tiap hembusan angin yang dengan lembut merambat di pipi, bahkan tiap lelah yang kau terima, adalah sebuah moment yang tak bisa kau ulangi bahkan bilapun kau tetap berjalan di jalan yang sama di tiap harinya. Bertumpuk moment itu kita sebut sebagai kenangan, sesuatu ...
terbanglah menuju rumah Kau bertanya tentang perjalanan, sepasang kaki yang hampir terbiasa sendiri. Lari, berhenti, berjalan. Tak maukah kau ditemani? Kau bertanya pada hati yang telah lama menunggui wujudnya sebuah janji. Apa yang membuatmu bertahan dalam tanda tanya? Kau bertanya tentang sebuah pemberhentian. Tempat dimana segala penat diluruhkan dan senyum tiada cukup sekali disunggingkan. Adalah rumah. Bolehkah itu aku? Aku, sepasang kaki yang berharap seperjalanan denganmu menuju rumah kita yang abadi.
Dear readers, terimakasih telah membersamai perjalanan blogku. Terimakasih atas kunjungan yang entah telah kali keberapa. Moga tiap aksara yang terhimpun dalam kalimat dan paragraf membawa kebaikan bagimu dan aku. Maafkan, atas typo yang tak terhitung banyaknya, moga tak jelimet ketika menjumpanya. Dear readers, malam ini aku akan memulai mem- post sebuah serial. Serial SENJA PADA SEGARA. Perjalanan SENJA di(me)temukan muaranya, SEGARA. Tak setiap hari mungkin, insyaALLAH seminggu sekali (mungkin juga lebih) aku akan mem post serial mereka. Hope you enjoy read that :) Senja Segara 2 tahun sebelumnya: Perkenalkan semesta, namuku senja. Aku, perempuan yang dianugerahi begitu banyak kenikmatan oleh Rabb Semesta Alam. Aku, perempuan yang penuh dengan ketakutan, bagiku ketakukan adalah kehati-hatian, namun sayangnya kehatian-hatian membuatku kepayahan mengelola nikmatNya yang bertaburan. 2 tahun setelahnya: Aku, segara. Katanya, kata perempuan itu, mmmm… senja...
Comments
Post a Comment