Sebuah
cita-cita besar,, sebuah visi yang agung dan tujuan yang kekal,,
semestinyta ia mampu menjadi HIJAB yang TEBAL, KOKOH, dan KUAT bagi kita
agar terhindar dari MENDURHAKAI ALLAH dan RasulNya..
Seberapa menarik kehidupan orang lain dimatamu. Seberapa inginnya dirimu menjadi sebahagia mereka dianganmu. Kau tak akan pernah bisa sampai pada semua itu sebab tiap jiwa telah ditetapkan jalan takdirnya. Bukankah hidupmu itu adalah menjalani apa-apa yang telah ditakdirkanNya untukmu sendiri, senja? Ada bahagia dan nestapa yang DIA gilirkan sebagai ujian untukmu, hambaNya. Tapi takdirNya bukankah ada andilmu juga didalamnya? Kau memilih satu takdir sehingga kau berlepas dari takdirNya yang lain. Maka ada pertanggung jawaban dari dirimu padaNya diakhirat kelak atas pilihanmu itu. Pilihan yang kau ambil adalah hidupmu itu sendiri saat ini dan nanti. Kau adalah pemeran utama dari cerita hidupmu itu. Maka kaulah yang akan menjalani hari-harimu bukan orang lain dan bukan menjalani pilihan hidup orang lain, seberat apapun jalan yang kau pilih. Dalam menjalani pilihanmu itu barangkali akan ada andil orang lain, berupa masukan ataupun saran. Hanya saja semua itu selalu kembali p...
terbanglah menuju rumah Kau bertanya tentang perjalanan, sepasang kaki yang hampir terbiasa sendiri. Lari, berhenti, berjalan. Tak maukah kau ditemani? Kau bertanya pada hati yang telah lama menunggui wujudnya sebuah janji. Apa yang membuatmu bertahan dalam tanda tanya? Kau bertanya tentang sebuah pemberhentian. Tempat dimana segala penat diluruhkan dan senyum tiada cukup sekali disunggingkan. Adalah rumah. Bolehkah itu aku? Aku, sepasang kaki yang berharap seperjalanan denganmu menuju rumah kita yang abadi.
Senja, hidup ini tiada sekalipun dalam helaan nafas kita tak diuji olehNya. bukan hanya nestapa, sengsara, bahagiapun adalah ujianNya. Maka menangkanlah tiap ujianmu dengan salah satu diantara dua tunggangan Umar bin Khatab ra. ; sabar dan syukur. sabar, bukan hanya ketika berjumpa masalah melainkan juga ketika mendekat satu demi satu hasta padaNya. sabar ketika mendekat padaNya, juga tiada mudah. maka kuatkanlah. Syukur adalah bentuk terimakasih yang teramat tinggi kepada Dia Sang Maha Memelihara nan Menjaga kita. Maka syukur bukanlah seberapa banyak kau mengucapkannya melainkan seberapa sering kau menghidupkannya ditiap amalanmu. maka menangkanlah Si Mentari Senja 20 Agustus 2015 #K tags : bahasa hati, inspirasi
Comments
Post a Comment