Posts

Showing posts with the label Bahasa hati

Ada

Image
taken by: CSD Ada yang dengan perlahan mengetuk. Ada yang meski jauh namun mampu menenangkan nan menguatkan. Ada yang meski tak pernah bertemu namun mampu meyakinkan bahwa tiap takdirNYa adalah baik adanya-untuk kita. Ada ya-itu kamu. Senja, 2 november 2015 Terimakasih kamu tags: #kamu, bahasa hati 

Dua Empat (imaji)

Pada dua empat tersemat banyak harap, doa menjelma jembatan bagi pengabulannya, sudahkah ia sampai? Bagaimana rasanya menjumpa dua empat? Bahagia? (senyum) (bening merintik) Ternyata, bahagia. Sukurlah. (senyum). Apa yang menjadi harapmu? Bertemu aku? (sejenak hening) . bisa mengulang waktu. Ada banyak kecewa yang ku izinkan menjumpa. Ada banyak ragu yang kubiarkan mengendap dalam usaha dan doa. Ada takut yang sengaja ku jadikan alasan untuk tak berupaya. Ada lebih dari satu salah yang atas izinku mengambil peran dalam bentangan dua tigaku. Ada banyak semoga yang sama sekali belumku usahakan mewujud nyata. Bertemu kamu salah satunya. (senyum). Tak perlu mengulang waktu. Bukankah dua empatmu adalah kesempatan itu? Maka berdoalah, berusahalah, berdoalah, lalu kamu hanya perlu percaya, apa yang akan menjumpa adalah rangkaian indah takdirNya. Bertemu aku, adalah bagian dari rangkaian indah itu-kan(?) (menerawang). (senyum). (tanpa gerimis). Benarkah? Aku hanya pe...

Pagi

Image
captured by senja Pagi serupa penawar bagi tiap lara yang mengemuka. Pagi mengisyaratkan ucapan selamat atas keberhasilanmu melewati malam yang pekat,  maka pagi ibarat sisi dari kehidupan yang kau jalani. Dan, hadirnya pagi seolah mengingatkan; “ tak ada gelap yang abadi pun terang yang abadi” Mari nikmati pagi :) Senja, 20 oktober 2015 Pagimu senja #Menulis24 Tags: bahasa hati 

Tiga (merindu)

Image
captured by senja Karena pertemuan kita telah ditetapkan Tuhan untuk sebuah kebaikkan, maka berbahagialah Teruntuk  genggaman dari dua jiwa yang dibersamakan olehNya dengan saya, terimakasih dihampir seperempat abad telah menemani. Atas segala perih yang tertoreh mohon dimaafkan, atas segala kebahagiaan yang mengemuka tiada yang bisa terucap selain terimakasih dan syukur padaNya.  LB-Senja-SJS Seperti waktu yang selalu bergeser, kebersamaan akan menjumpakan kita pada keterpisahan. Maka, semoga masing-masing kita yang tiada lelah saling menguatkan kala bersama juga mampu kuat kala sendiri. Senja, 6 oktober 2015 Sedang merindu betiga #menulis 24 Tags: bahasa hati

Takaran

Barangkali tak mengapa bila yang kita rencanakan tak purna mewujud nyata. Karena pada rencana yang gagal terdapat pelajaran dariNya. Pelajaran tentang takaran; sudah benarkah cara yang kita tempuh, telah sungguhkah berupaya dan mendoakannya. Dan bila pun dalam takaran kita, semua yang telah terlaku dengan maksimalnya namun tetap tiada mampu kita memenangkannya, pada titik inipun kita sedang diberi pelajaran tentang takaran kita sebagai hamba. Bahwa kita hanya diberi ruang untuk berencana, sedang hasil sepenuhnya adalah ketetapan-Nya. Bahwa DIA lebih tahu yang terbaik untuk tiap rencana kita. Maka sebaik-baik kita dalam berupaya adalah tiada berputus asa pun tiada berlebihan dalam memimpikan, sisahkan ruang penerimaan yang padanya termuarai segala upaya kita dan Ketetapan hasil dari-Nya. Senja, 4 oktober 2015 #Menulis24 Tags: bahasa hati

Perempuan Ransel Dibahu

Image
perempuan dengan ransel dibahu, menyusuri jalan menggapai mimpinya. sesekali terdengar darinya helaan nafas panjang, tanda kepasrahan(?), aah.. bukan, itu tanda ketidak sanggupannya. bulir  bening menggulir dipipi.  berhenti, angin berhembus, senyum mengembang, jilbab menari bebas dirasai. perempuan dengan ransel dibahu pandangannya tertuju pada biru langit, mencari mimpinya. disana, ia ada disana menggantung indah. pantai, melepas pandangan. tenang terasa dihati, lapang tertangkap dimata. perempuan dengan ransel dibahu. senja, semburat jingga menyapa, sesekali kelabu membungkus indah, meski sulit menemukan jingga senja bersama rinai hujan namun dia tak pernah sulit menemukannya. bulir itu, rinaian itu darinya sendiri. perempuan dengan ransel dibahu.  lampu jalan, temaram hangat merambat, lirih terdengar; " semua akan baik adanya bila kau percaya."   ............................................. ...............................................

Senandika

Sebenarnya apa yang sedang kau cari? Perjalanan macam apa yang sedang kau susuri? Mengapa kau hanya menggurutu saja? Mengapa hanya pada ketidak sanggupan dan ketidak mampuanmu yang kau lihat? Bukankah nikmatNya bertebaran ditiap helaan nafasmu? Jika tak  bisa kau lihat bukankah bisa kau rasakan anugerahNya pada mu? Duhai jiwa yang tiada lelah bertanya, ingatlah kau hanyalah  makhluk, maka sudah barang tentu Dia lebih tahu akan kebutuhanmu, pun dengan itu Dia lebih tahu dimana memposisikanmu, kapan mengurai satu demi satu takdirNya untukmu. Duhai jiwa yang tiada berhenti menyesali,  sesesal apapun kau pada apa yang luput dari mampumu, ingatlah itu merupakan takdirNya, meski itu menyertakan kepedihan bagi hati yang lainnya, ingatlah bahwa takdirmu tidaklah hanya berisi kamu, melainkan takdirmu pun adalah persinggungan antara jalan hidupmu dan jalan hidup mereka yang dipersinggungkan denganmu. maka jika kau telah mengiringkan doa dan usaha namun dengan itu tiada mam...

Berbaik Sangkalah

saat jalan-jalan menuju tujuan terasa sulit untuk kau lewati, barangkali itu semacam kode dariNya untuk melihat kembali cara yang kau tempuh adakah ia salah dan keliru. atau itu semacam sebuah pesan dariNya bahwa ini belumlah saat yang tepat untuk menggenggam, maka berbaik sangkalah padaNYa.  Dalam naungan perputaran matahari, tak semua hal yang kita upayakan dengan mudah bisa kita genggam, bahkan yang telah tergenggam sewaktu-waktu bisa terbang. Kecewa, marah bahkan menyerah tentu pernah kita rasa. hingga terlahir prasangka yang buruk padaNya. ALLAH... :') Memperjuangkan masa depan yang padanya tersemat begitu banyak harap  tentu tak mudah selalu berbaik sangka pada DIA ketika semua upaya dan doa terasa sia-sia. Begitulah kita, hamba yang dianugerahi prasangka. Padahal sebenarnya semua tentang kita, telah jauh-jauh hari tertulis dengan indah, pada waktu dan tempat yang tepat, menggantung dilangitNya, maka memperjuangkan masa depan barangkali hanyalah soal kita...

Menangkanlah

Senja, hidup ini tiada sekalipun dalam helaan nafas kita tak diuji olehNya. bukan hanya nestapa, sengsara, bahagiapun adalah ujianNya. Maka menangkanlah tiap ujianmu dengan salah satu diantara dua tunggangan Umar bin Khatab ra. ;  sabar dan syukur. sabar, bukan hanya ketika berjumpa masalah melainkan juga ketika mendekat satu demi satu hasta padaNya. sabar ketika mendekat padaNya, juga tiada mudah. maka kuatkanlah.  Syukur adalah bentuk terimakasih yang teramat tinggi kepada Dia Sang Maha Memelihara nan Menjaga kita. Maka syukur bukanlah seberapa banyak kau mengucapkannya melainkan seberapa sering kau menghidupkannya ditiap amalanmu.  maka menangkanlah  Si Mentari Senja 20 Agustus 2015 #K tags : bahasa hati, inspirasi 

Mengumandangkan Cinta

Membicarakan cinta tentu tiada mampu membuat kering tinta, tiada selesai hanya dengan metafora, seperti terbang melintasi langit yang entah dimana ujungnya.  Tapi mengumandangkan cinta artinya harus sedia bertanggung jawab atasnya. Sudahkah kamu bersedia untuk itu? Cinta, kau sudah teramat sering mendengarnya bukan? Dimana kaki dipijak disitu kita selalu bisa mendengarkan cinta. Jadi cinta semacam nada dasar yang selalu disenandungkan siapapun dalam irama hidupnya. Maka dengarkanlah, akan ku ceritakan sebuah senandung cinta yang telah terkumandang sejak 1400 tahun silam. Sebelumnya perkenalkan, sebuah kaum yang merindui hadirnya kebenaran namun menolaknya karena khawatir akan dunia yang telah digenggamnya, padahal mereka telah amat mengenal sosok pembawanya, seseorang yang meski telah didustai namun masih tetap dipercayai. Ah benar, bukan pembawanya yang didustai melainkan kebenaran yang dibawanya. Namun begitulah kebenaran selalu mampu memikat siapa yang mencintainya. La...

Menulis

Ada yang selalu mampu merintikkan rindu nan membuat candu, menulis barangkali ia semacam zat adictif. Barangkali ada yang bertanya, “apa perlunya menulis?.  Mengapa aku mau merelifkan kenangan yang tak hanya berisi sunggingan senyuman pada halaman bloggku?. Mengapa aku berlagak sok bijak membagikan deretan kata yang ku pandang mencerahkan?. Karena bagiku m enulis adalah merumahkan kata,mengikat pemahaman dan membekukan rasa ditiap peristiwa. Menulis adalah tentang aku yang ingin menjadi apa yang tersurat maupun tersirat pada tulisan yang kupandang menginspirasi, adalah aku yang ingin mengikat pemahaman akan ilmu yang telah maupun sedang ku pelajari, adalah aku yang ingin menjaga rasa pada tiap peristiwa yang telah kulalui. Menulis, memang tak selamanya mudah. Buntu, kehabisan bahan utama memadu kata, adalah sekian tantangan yang tak luput dari cerita menulisku. Namun, tak ada alasan untuk berhenti menulis bukan?. Karena mungkin saja ada yang di-mampu-kan menemukan ...

Ramadhan, Semoga Niat Menjumpa Laku

Betapa banyak yang mendamba menjumpamu bersebab begitu banyak nikmat yang berserak dari senja hingga senja diwaktumu. Aku pun. Aku meniatkan menjadi bagian dari para pengumpul nikmat itu, tiada kata yang terverbal selain berisi kebaikan, tiada laku yang terlakon selain mengajak kepada kebaikan dan tiada gabungan dari keduanya selain dirasa manfaat oleh yang lainnya. Aku ingin menjadikanmu ramadhan sebagai medan pembiasaan, biasa atas apa-apa yang masih menjadi susah dan belum pernah dilakukan. Ini inginku tentangmu yang selalu sama diperjumpaan yang lalu-lalu. Namun seperti yang sudah-sudah ramadhan, aku selalu kalah. Kali ini, Dia mempertemukan kita lagi, barangkali ini karena aku yang tak pernah memenangkan niatku tentangmu diberi kesempatan mencoba untuk yang kesekian. Maka semoga kemampuan dan kekuatan selalu Dia naungkan pada perjumpaan ku dengan waktu-waktumu, agar niat selalu mampu menjumpa lakunya. Lebih dari itu semoga semua yang terlakoni bersamamu menjadi biasa na...

Jalan Lurus

Jalan lurus yang tiada lelah kita pinta di pertemuan rutin yang lima dengan-Nya bukanlah jalan yang mulus, melainkan jalan yang ditempuh Adam As hingga Muhammad Saw. Adakah jalan mereka senantiasa lapang dan mudah?  -Salim A. Fillah (dengan sedikit tambahan)- tiada yang keliru dari harapan akan menempuh jalan yang mudah untuk sampai pada jannah-Nya. tapi pernah kah terlintas dibenak kita bahwa para pemikul risalahNya pun tiada luput dari hal yang serupa, padahal jannah telah dijanjikan untuk mereka.   jalan menuju jannah, jalan yang lurus adalah jalan yang penuh uji. dan ujian akan selalu menghampiri ditiap tapak perjalanan.  selamat menumpuh jalan lurus, semoga kita sampai dijannah-Nya.  Si Mentari Senja, 6 juli 2015  tags: bahasa hati 

Menerima

ika kau telah mengerahkan seluruh upaya termasuk doa namun ternyata hasilnya tak seperti yang kau pinta, pada hal itu barangkali kau ditakdirkan hanya untuk menerima.  Ini mirip hujan bukan? Ia tak bisa kau tolak, seberapa inginpun kau menolaknya, ia tetap merinai juga.  Menerima hujan berarti bersedia basah, kedinginan meski kau telah berteduh.  Maka terima saja dan tetaplah percaya tiada yang salah dengan takdir-Nya.  Si Mentari Senja, 8 juni 2015  #JuniMariMenulis  #MenulisRandom  #30hariMenulisHujan tags: Bahasa Hati, Inspirasi 

Hujan Pertama Di Bulan Juni

Image
Photo by: Senja  Hei.. sudah juni rupanya. Kau tahu bukan apa yang dengan  mudah bisa dijumpai di bulan juni? Ya, hujan.  Hujan, tiap-tiap kita memiliki rasa yang berbeda ketika mejumpanya, pada gerimis maupun badainya.  Tapi aku yakin kita sepakat mengenai hal ini : “hujan, dengannya segala harap bisa menjumpa pengabulannya”. Harap, pada hujan berharap ia dibawa serta lesat meresap hingga tanah, mengalir ke samudera, menuju langit lalu turun lagi ke bumi membawa serta pengabulan. Harap, kepada Pemilik hujan, ingin aku pinta: “bolehkah aku meranselkan hujan? Membawa serta ia ditiap perjalanan, agar aku yakin diperjalanan ini pintaku dapat dengan mudah menjumpa Pengabulnya. Hujan, terimakasih telah merintik hari ini. Si Mentari Senja, 4 Juni 2015 #JuniMariMenulis #MenulisRandom #1hari1tulisan #30HariMenulisHujan Tags: inspirasi, ruang rasa.

Kepada februari

Kepada februari tentu aku perlu menghaturkan terimakasih bersebab padanya Dia hadirkan sahabat jiwa. Kira-kira sudah hampir 10 tahun kan?, kebersamaan kita telah mengkristal dan menawan tiap langkahku hingga tak mampu berlama dalam jarak darimu.  Kau masih ingat bagaimana kita dipertemukan dan diikat pada simpul yang aku rasa lebih kuat dari ikatan darah? Kita adalah teman sekelas di bangku pertama SMA, aku tak mengenalmu pun dirimu tentu. Namun waktu selalu menjadi bagian dari rencana-Nya untuk menautkan jiwa kita. Sepertinya aku harus mengaku, dulu ku kira kau adalah bukan bagian dari kita, insiden konyol itu sungguh telah mengubah pandanganku tentangmu. Untuk prasangkaanku dimasa itu ku harap kau bersedia memaklumi dan memaafkannya. Lalu lagi-lagi waktu mengambil bagian dari rencana Dia untuk kita. Bangku kedua hingga ketiga SMA, kitapun berjarak dalam kelas, namun langkah selalu mampu seirama dan tentu semakin   menguatkan ikatan jiwa.  Kisah ...

Berlabuh(?)

Image
taken from: https://sastralangit.wordpress.com Dear nus..   Sepertinya aku sudah teralu jauh berlayar. Tak ada pulau yang terlihat, tak ada perahu lain disekitar bahkan sepertinya aku lupa jalan pulang.  Bintang, kata orang ia bisa dipakai sebagai penunjuk jalan, tapi bagaimana ini? Di langit tak satu bintangpun terlihat, sedang malam telah hampir fajar.  Nus, apa aku harus meneruskan pelayaran? Bekalku memang masih ada tapi hatiku seperti telah kehabisan alasan bertahan. Aku mendapati pikiranku hilang dalam lamunan masa depan. Padahal hari inipun belum usai kan nus? ……………………………………………………………. Ada pulau nus. Disana. Tepat di arah utara dari tempatku melepas jangkar. Hatiku telah berhasil menghasut pikiranku untuk kesana. Izinkan aku berlabuh disini sebentar dan semoga seperti yang sudah-sudah   Tuhan masih dan akan terus memberiku kesempatan melanjutkan perjalanan hingga jangkarku tak lagi ku angkat karena jiwa dan badan telah benar-benar ...

Postcard (terimakasih Bi)

Image
agen senja “ Aku berharap kamu mendapatkan ketenangan dalam kehidupan sehari-harimu, seperti beristirahat di pulau kecil. Waktu yang telah berlalu dalam kehidupan yang indah ini, layaknya warna-warna yang cerah di setiap sudut. Saat langit tak berawan, matahari menyinarinya. Keberanian dan ketenangan mengikuti disetiap langkahmu dan keberuntungan selalu menemukanmu dan memberikanmu pemandangan yang indah.” Von; sarah (agen hujan), fur: ning (agen senja) Sebuah postcard , harus ku akui bi ini yang pertama. Seperti kata orang, pengalaman pertama menentukkan kesan setelahnya. Dan kau tahu bi, aku bukan hanya suka tapi jatuh bahkan berkali-kali lumer tiap kali membaca ulang postcard mu itu.  Bi, kita memang telah lama bertukar nama namun saling mengenal tentulah kau tahu lamanya   tak melebihi jumlah jari tangan kita. Tapi anehnya bi, postcard yang kau beri untukku ini serasa kau telah mengenal ku sejak lama. Postcard mu itu sungguh adalah aku, adalah jalan ya...

sahabat jiwa

Image
Raga akan berkalang tanah, jiwa akan kembali pada Tuhannya, namun akan ada yang tetap dikenang dari yang telah berpulang, ialah jejak. Malam itu, di bawah temaramnya purnama, tetiba ingatanku memutar ulang kenangan kita, aku mendapatimu tersenyum ceria selepas penatnya meyelenggarakan agenda, mendapatimu terburu-buru karena tak mau mereka menunggu, mendapatimu diam-diam meneteskan bulir air mata, mendapati kita yang saling berpeluk mesra menguatkan masing-masing jiwa.  Aku dan kamu telah memilih menempuh sebuah jalan, dari tempat dan waktu yang sama. Detik berganti menit, berganti jam, berganti hari. Bulanpun telah menggenap tahun, perjalanan kita tak ubahnya kapal yang mengarungi birunya samudra.  Sudah banyak tempat yang kita singgahi, sudah banyak hal yang terlakoni, sudah banyak jiwa yang kita temui, katamu:” perjalanan ini telah menjadikanku sebagai aku, terimakasih pada Dia yang telah menghadiahi perjumpaan dan kebersamaan”.   ..................