Posts

Showing posts with the label #kamu

Ada

Image
taken by: CSD Ada yang dengan perlahan mengetuk. Ada yang meski jauh namun mampu menenangkan nan menguatkan. Ada yang meski tak pernah bertemu namun mampu meyakinkan bahwa tiap takdirNYa adalah baik adanya-untuk kita. Ada ya-itu kamu. Senja, 2 november 2015 Terimakasih kamu tags: #kamu, bahasa hati 

Bulan, akhir sebuah rasa

Image
Bersandar pada dahan yang lapuk, berharap pada angin yang tak pernah setia pada satu arah, seperti aku pada kamu, matahari. Ini kali keberapa aku mengatakannya? Aku tak pernah tahu persis tapi telah kuputuskan, sepertinya melepas adalah cara terampuh untuk bahagia, kamu pun menginginkannya bukan? Aku adalah tawanan setiamu dan anehnya aku bahagia menerima tiap luka yang hadir atas penawanan itu. Bukankah ini bodoh? Tak seorangpun di dunia ini menginginkan luka namun ada yang dengan  sadar menerima tiap perih yang hadir atas luka yang kian menganga. Tiap kali penyesalan itu menghampiri, tiap kali itupun ia menerima rasa sakit itu. Aku adalah bagian dari  mereka. Tapi itu dulu, beberapa waktu sebelum aku memutuskan melepasmu. Melepasmu, tak lagi berprasangka itu adalah aku. Melepasmu, membentangkan ruang penerimaan seluasnya untuk takdirNya. Aah.. kamu tahu meskipun aku terlihat  begitu percaya diri akan hal ini namun sungguh aku sedikit meragu maka aku tak...

Aku Bersyukur, itu Kamu

Image
Seseorang yang dengannya aku percaya, pertemuan sepelik apapun rasa yang hadir setelahnya tetaplah mampu merelifkan bahagia. Kita berbeda, dari segi manapun mereka melihatnya. Sudut pandang, tindakan dan karakter adalah bagian yang tak bisa dilepas pisahkan dari perbedaan kita. Aku sesekali layaknya gas, berapi-api, emosional dan berpikir masa kini (realistis). Kamu, meski abstrak namun mampu menjadi rem bagiku, hidupmu dipenuhi  gairah yang menggelora, kadang aku merasa kamu tak hidup dimasa kini melainkan beberapa masa dari pertemuan kita. Tapi waktu yang kini kita bersama didalamnya, menampilkan sisi lain dirimu. Kamu pun bisa rapuh, tak seoptimis yang ku kira, tak selalu menggelora dalam cita. Sesaat aku merasa kita tak pernah benar-benar berbeda. Untukmu dimasa itu, aku sungguh kehilangan.  Tapi kamu tahu, meski begitu aku sungguh bersyukur karena kamu adalah yang sampai saat ini membersamai, merambatkan gelora, meneguhkan percaya nan yakin pada Dia. Lalu, untuk ...

Pertemuan

barangkali pertemuan adalah cara Dia mendekatkan sekaligus menjauhkan tiap-tiap jiwa. perjalanan waktu selalu membawa serta pertemuan dan perpisahan. teruntuk pertemuan, bagiku itu tak selalu tentang bertukar nama, saling menanggung senang maupun sedih melainkan pertemuan pun adalah wajah lain dari perpisahan. kamu tahu mengapa? karena pertemuan akan meminta waktu bahkan rasa yang kita punya dari jiwa-jiwa sebelumnya.  seperti halnya aku yang kini berjarak darimu karena sebuah pertemuan yang tak ku rencanakan. Si Mentari Senja, 18 maret 2015  note: dibawah langit Balikpapan untuk sebuah pertemuan tags: orat-ore, #kamu 

Menggenap(?)

Awalnya tiap-tiap kita terbiasa dengan ke-akua-n. Menjalani hidup yang telah tergariskan pada bingkai kesendirian. Kita membatasi diri pada tembok-tembok yang kian kesini meninggi dan kita yakini sulit untuk diruntuhkan pasti.  lalu waktu membawa kita pada perjumpaan yang tak terduga namun ini tentu rencana-Nya. diantara kita tak seorangpun yang mengira bahwa temboknya akan runtuh perlahan demi perlahan. Kita yang terbiasa dengan ke-akuan kini terusik dengan ke-kamu-an.  Detak jam selalu berubah, bumipun senantiasa berputar dan keterusikan kini menjelma bom rindu yang sewaktu-waktu meledak tanpa kita tahu.  Semakin kesini, kita tentu menginsyafi apa-apa yang kini mengemuka haruslah bermuara, melepas atau mengikat, sendiri atau menggenap.  Aku telah memilih menggenapkan, meski itu baru ku awali dengan mengajukan pinta pada-Nya. Adakah kamu memilih yang sama? Si Mentari Senja, 2 februari 2015 Tags: #kamu

Jarak

Image
Ruang dan waktu yang kita sedang berjalan di dalamnya ini tiada lain adalah balon udara yang sedang ditiup, awalnya tak ada sekat apa lagi jarak, udara yang masuk kedalamnya memperbesar ukurannya, menjauhkan sisi satu dengan lainnya, jadilah udara itu jarak bagi tiap sisinya. taken from : dindafitriasabila.wordpress.com   Seperti udara, jarak itu tak terlihat mata tapi ia ada dan nyata diantara kita. Apa kau pun merasakannya? Aku tak sedang mengutuk jarak ini, toh jarak dicipta untuk membersamai kita, bahkan ketika kita telah saling mengikat satu sama lain nanti, bukankah jarak akan tetap ada? Dan saat itu jarak yang mengemuka adalah ekspresi dari rindu yang tak mampu luruh meski kita telah menyatu. Rindu pada tiap moment yang kita pahat dalam detak-detik waktu, dan itupun termasuk rindu untuk tiap waktu dimana kita hanya mampu menyapa dalam doa, kau menyebut namaku dan aku melafal namamu.   Aah.. sepertinya aku mulai menyukai jarak ini.. jarak yang...

Syair dan Melody ~ Kita

Kita, bukankah seperti sebuah sebuah lagu? Ya.. lagu yang #kamu dan aku sukai. Kita melabuhkan hati pada syair maupun melodinya, karena ia mewakili kita. #kamu tahu? Syair pada lagu yang kita sukai adalah yang mewakili bahasa hati kita, dengannya satu sama lain kita saling menyapa dalam diam yang tak berkesudah, maka mendengarnya seperti kita sedang saling berbicara. Dan melodi.. ia adalah jiwa bagi syair, ia menyatukan syair dengan atmosfir kita meski saat mendengarnya kaki kita tak sedang menapak di belahan bumi yang sama.  Syair dan melodi, saling melengkapi, menambah arti, dan bukankah semakin mirip kita? Tapi tunggu.. bukankah ada lagu yang juga tak kita sukai? Syairnya tak bermakna, melipir kemana-mana, mbulet jadinya. Melodinya memekakkan telinga, tiap nada tak saling mengutuhkan, cempreng jadinya. Lalu masih miripkah kita dengan lagu? Kitapun mirip lagu itu, kita yang termakan bujuk nan rayu ego, kita yang tak mampu menyatukan mimpi-mimpi satu s...

Menjelma Bulan

Image
taken from: www.bbc.co.uk Padamu aku selalu ingin menjadi bulan, yang hanya mampu kau tatap pada sisi yang menghadapmu saja. Kau mungkin (akan) bertanya, “kenapa?” Karena aku terlalu takut, kau akan mampu melihat ku dengan utuh, membaca yang ada pada ruang pikir hingga rasa ku, mengenali tiap ekspresiku, dan kau akan menemukan; selalu ada simpul diantara keduanya yang bermuara pada #kamu.  Jadi, bisakah tetap seperti ini? Kau di orbitmu, aku di orbitku meski kini kita sedang digalaksi yang satu. Bisakah tetap seprti ini(?), sampai waktu tuntas menjalankan tugasnya; menjawab pertemuan-pertemuan kita pada kebersamaan atau keterpisahan.  Dan pada kebersamaan, akan ku beberkan semua yang selama ini terpendam. Namun jika keterpisahan, ku harap aku akan selalu mampu menjelma bulan. Si Mentari Senja, 8 juni 2014 Tags: #kamu, ruang rasa.

Our Back Song Wedding

Image
#kamu, pernahkah mendengar sebuah lagu yang dengannya kau akan segera berkata : Gua Banget..!! Nah, ini lagu tak hanya mampu membuat ku berujar: “gua banget” tapi juga ingin ku jadikan sebagai back song hari terspesial nanti, ya.. our wedding (aku dan #kamu).  Pause: terimakasih telah mencipta lagu ini :)  Let’s listen : -Perahu kertas- Singer: Maudy ayunda Perahu kertasku kan melaju Membawa surat cinta bagimu Kata-kata yang sedikit gila tapi ini adanya Perahu kertas mengingatkan ku Betapa ajaib hidup ini Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) yang lama ku pendam sendiri Berdua.. ku bisa percaya Ku bahagia... Kau telah terlahir didunia Dan kau ada diantara milyaran manusia Dan kubisa dengan radarku menemukanmu Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku.. cintaku padamu.. Interpretasi:  Ya.. seperti perahu kertas, saat ini segalanya hanya mampu menyata de...